asuransi jiwa syariah generali Indonesia

Wakaf asuransi

Wakaf asuransi – Apa kabar sahabat Asuransi Generali, semoga di bulan yang penuh Berkah ini kita senantiasa sehat dan juga bahagia. Topik tentang wakaf asuransi masih menjadi topik yang sangat hangat untuk didiskusikan dan didalami,  kali ini kami akan kembali membahas tentang wakaf asuransi. Kita sama-sama tahu, bahwa kesenjangan sosial yang ada di indonesia saat ini semankin terasa.dan keberadaan wakaf tentulah menjadi sangat penting dan strategis.

wakaf asuransi

Ada beberapa kisah Wakaf yang dicontohkan oleh sahabat Rasulullah, tentunya bukan wakaf asuransi karena saat itu belum ada asuransi. salah satunya dari Umar Bin Khattab yang mendapakan sebidang tanah dan bertanya pada Rasulullah “  wahai Rasulullah,  saya belum pernah mendapatkan harta sebaik itu.  apa yang harus saya lakukan? Rasulullah Bersabda. “ kau tahan tanah itu dan engkau sedekahkan hasilnya, tidak dijual, tidak di hibahkan, dan tidak di wariskan“ lalu  Sahabat Rasulullah Umar Bin Khattab menyedekahkan hasilnya ( hasil pengelolaan tanah ) kepada orang-orang fakir, kaum kerabat, hamba sahaya, sabilillah, Ibnu sabil dan tamu.

 

Dan saat ini ada perubahan paragdigma mengenai wakaf, yaitu kita bisa berwakaf melalui asuransi. prosedurnya tentu sudah sesuai dengan ketetapan MUI. Anda mengajukan proposal asuransi jiwa dengan niat nanti untuk diwakafkan. Hal ini tentu menjadi kabar gembira untuk umat Muslim, karena yang selama ini terdengar kan hanya wakaf tanah, emas, dimana tidak semua orang memiliki harta tanah ataupun emas yang bisa di wakafkan. Sementara dengan memiliki asuransi kita bisa berwakaf dengan mulai menyisihkan dana yang terjangkau setiap bulan.

Kita mengenal ada dua manfaat asuransi jiwa yakni manfaat dari santunan asuransi. Dan manfaat nilai tunai yang ada di investasi asuransi jiwa kita. Kedua manfaat inilah yang akan diwakafkan, asuransi Generali Syari’ah sebagai pengelola dana, dan akan menyalurkan wakaf yang ada di Generali syari’ah ke dompet Dhuafa kemudian Dompet Dhuafa lah yang akan memilih kemana dana wakaf dari polis asuransi itu disalurkan. Tempat menyaluran Dompet Dhuafa sangatlah luas dan sangat tepat sasaran jadi kita yang mewakafkan dana kita akan tenang karena sampai ke tempat yang tepat. Dan tidak dilarang bagi yang mengelola wakaf makan dari hasilnya dengan cara yang baik dan memberi makan orang lain dengan maksud tidak menumpuk harta” ( HR. Imam Bukhori )

wakaf generali

Dengan perubahan paragdigma mengenai wakaf tentu akan membuat kita semangat untuk berinvestasi abadi, ya abadi. karena bagi umat muslim hanya ada 3 hal yang akan menolong kita ketika telah meningal dunia yakni, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak yang sholeh. Itulah sedikit obrolan tentang wakaf kesempurnaan hanya lah milik Allah..kekurangan milik kami.